Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

ANGSLE OF THE DAY

Sinta Devi Listianah      Toko itu kosong sejak bundaran di tengah pertemuan 4 jalan dilenyapkan. Banyak masyarakat yang bertandang untuk mencari peruntungan di tempat lain. Dengan semoga, nasib akan mendatangkan banyak pembeli ditepat mereka mengadu sendu. Tapi toko itu masih buka. Menyala di antara tandusnya terang di deretan kiri jalan. Dahulu, mungkin sekitar 14 tahun silam, seorang perempuan paruh baya mengelola toko itu. Letaknya di seberang kiri jalan Pemuda dari arah desaku. Toko itu menjual berbagai hal. Dari snack, roti, macam- macam minuman, sampai sandal jepit juga dijual. Namun yang paling terkenal adalah Es Campurnya.       Pertemuanku dengan toko itu tergolong unik. Saat itu musim hujan bulan Desember mulai berjatuhan. Aku dan ayahku sedang mencoba menikmati perjalanan kami dengan mendorong Ongki, si motor bebek kesayangan ayah yang tiba-tiba kesakitan karena robeknya ban. Kami menuntun pelan si Ongki sambil bercengkerama tentang masa de...

Postingan Terbaru

Semangkuk Bakso MERDEKA

NIGHT TALK

Suroboyo Bus, Si Jago Merah Pengangkut Sampah

YANG KE-DUA

Kau, aku…